- DARIMU, RUMAH TERBAIKKU
Oleh KEYSHA EVELYN AQILA BELVANA ⏱️ Sabtu, 25 Juli 2026 Malam itu, kau bisikan namakuMerapal seluruh doa terbaikmuPada gadis kecil tercintamuYang kini beranjak dewasa diburu waktu Walau bentang jarak kian menggangguNamun, jiwamu berenang dalam ragakuKau buai diriku selaluWalau penuh luka pilu di balik itu Kasih sayangmu yang tak kunjung sirnaSabarmu yang tak kan pernah rumpangMembasuh… Baca Selengkapnya: DARIMU, RUMAH TERBAIKKU - DI TEPI LAUTAN CINTA ILAHI
Oleh DEVON RICHARD HAFIDS FADHILLAH PURBA ⏱️ Sabtu, 18 Juli 2026 Bukan aku yang mencari wajah-MuMelainkan Engkaulah yang mengembuskan rindu pada sanubarikuTatkala gemerlap dunia menguatCahaya-Mu selalu bersinar setiap masa dan selalu menuntunku ke arah yang benar Aku selalu jatuh di balik gemerlap dunia yang fanaNamun, Engkau tak pernah lelah memberikan kasih untuk bangkitMemang diri-Mu tidak… Baca Selengkapnya: DI TEPI LAUTAN CINTA ILAHI - KESUNYIAN JIWA
Oleh GAYATRI NASTATI DWI HAPSARI⏱️ Sabtu, 4 Juli 2026 Kesunyian membungkus jiwaku,Lelah yang tak terperi, membelenggu langkahku.Aku terjebak dalam lorong waktu,Yang tak berujung, tak berpangkal.Malas menyambut pagi,Malas menatap harapan.Aku merasa terkubur dalam kelelahan,Tak ada semangat, tak ada gairah.Tapi mungkin, di balik kelelahan ini,Tersembunyi kekuatan yang belum terjamah.Mungkin aku hanya perlu menemukan,Jalan keluar dari labirin kesunyian. - MENCETAK BINTANG DI BUMI PERTIWI
Oleh AURA MECCA BILRIZQI FATONI⏱️ Sabtu, 27 Juni 2026 Di balik seragam putih abu-abu yang polos Bersembunyi cita-cita yang menjulang tinggi Ada dokter yang kelak menyembuhkan luka Ada insinyur yang membangun jembatan peradaban Dan ada seniman yang melukis keindahan bangsaKami adalah pengukir masa depan Dengan kapur dan penghapus sebagai senjata Dengan buku dan pena sebagai… Baca Selengkapnya: MENCETAK BINTANG DI BUMI PERTIWI - LONCENG DI UJUNG HARI
Oleh DIVA ZAHRA AULIA ⏱️ Sabtu, 13 Juni 2026 Jarum jam malas berputar di dinding kelas. Mimpi di kepala berlari tanpa batas. Coretan di meja jadi saksi waktu yang lepas. Buku penuh catatan menatap tanpa belas. Kadang kita mengangguk pura-pura mengerti. Padahal pikiran terbang, bebas tak terkendali. Kadang kita tertawa menutupi hati yang perih. Meski… Baca Selengkapnya: LONCENG DI UJUNG HARI - SENJA KALA GARUDA
Oleh MUHAMMAD FARIS AL-KARIMI NAWAWI⏱️ Sabtu, 23 Mei 2026 Delapan puluh yang bukan hanya angka Namun usia bagi yang dulu Macan Asia Sudah tak bisa lagi disebut muda Tapi ia tak pantas disebut tua “Lima pilar dibangun sebagai fondasi” “Menjadi pedoman jalannya negeri“ Omong kosong para petinggi Menindas mereka yang tak punya nyali Jenderal… Dulu… Baca Selengkapnya: SENJA KALA GARUDA - Nyala Merdeka
Oleh SHANDY CANTIKA⏱️ Sabtu, 03 Mei 2026 Merah darahmu mengalir di nadi,Putih jiwamu menuntun hati.Tujuh belas cahaya bersinar terang,Mengusir gelap, membelah senyap malam.Bambu runcing jadi saksi janji,Tumpah darah tak sia-sia lagi.Negeri ini berdiri gagah,Di atas luka yang tak lagi pasrah.Merdeka bukan akhir cerita,Ia nyala yang harus terus dijaga. - Teror Malam
Oleh VANIA LUNETA SAYEKTI ⏱️ Sabtu, 12 April 2026 Malam itu datang kembali, dingin, sepi, dan membisu.Terdengar bisikan samar penghuni malam.Kesunyian merayap dan membekukan waktu.Aku menari, melambai bebas seperti angin,Bersama kulit malam yang menyelimutiku.Kusulingkan melodi syahdu, berayun di antara nada lagu yang membuat hatiku ragu.Ragu melangkah, ragu mengangkat jemari.Namun tubuhku terus berputarMengikuti irama yang berdenyut… Baca Selengkapnya: Teror Malam - Harap Yang Tak Terucap
Oleh SYIFA RIHADATUL⏱️ Sabtu, 22 Maret 2026 Langkah-langkah kecil menapak aspal panas,memikul beban yang jauh lebih berat dari tubuhnya.Tangan mungil yang tak henti-hentinya menyapa,menjajakan asa dalam wujud yang sederhana.Tak ada keluh yang keluar dari bibirnya,ataupun pekikan yang memekakkan telinga,hanya langkah yang terus berjalan,menyusuri hari dengan sabar yang dalam.Di balik mata yang tak sempat bersinar,terpancar gurat… Baca Selengkapnya: Harap Yang Tak Terucap - Di Balik Papan Tulis
Oleh NIDA’ SALMA MUMTAZAH ⏱️ Sabtu, 17 Januari 2026 Pagi buta, rasa kantuk belum redaTapi semangat sekolah tak bisa ditundaLangkah kecil melintasi pagarMengejar cita-cita setinggi bintang bersinarGuru bicara, kami mendengarTerkadang melamun, tapi tetap sadarLembar ujian jadi medan tempurDengan pena sebagai senjata jujurKami bukan hanya belajar angkaTapi juga makna hidup yang sesungguhnya - Tak Membenci Hujan
Oleh CALLYSTA AZMI AR RASHIDA JASMINE ⏱️ Sabtu, 29 November 2025 Di tengah derasnya rintik malam,Aku menangis, meluruhkan beban.Suara hujan ramai menutupi,Isak tangis yang tersembunyi dalam jiwa.Mengapa hidup terasa begitu berat?Langkah terjatuh, harap pun pudar.Duka datang tanpa pernah diundang,Menerpa hati dengan pilu yang dalam.Namun aku tak bisa membencinya,walau setiap malam ia menjadi saksi,Karena rintiknya menyapa… Baca Selengkapnya: Tak Membenci Hujan - Memandang Langit yang Sama
Oleh KANAYA NAURA NADA Al KHIL⏱️ Sabtu, 18 Oktober 2025 Aku memandang birumu dengan asaArah pikirku kacau, namun membisu di ragAnggaplah aku si penakut gulitaAlasanku agar tak merusak tenangmu yang adaAwan berlalu-lalang tanpa arahAlangkah indahnya ciptaan Yang Maha EsaApakah aku, dia, dan langit adalah anugerah?Ataukah hanya sekadar cerita yang fana?Atmaku memandang langit yang kita pandangAgar… Baca Selengkapnya: Memandang Langit yang Sama - Pelukan Nusantara
Oleh ACHMAD GILANG KUSTYANTO ⏱️ Sabtu, 20 September 2025 Dari Sabang yang menyambut mentari pertama, Hingga Merauke yang memeluk senja terakhirnya. Ragamu terdiri dari seribu bahasa,Hatimu satu untuk semua yang setia. Di bawah langit biru yang tak bertepi,Sawah hijau menari dalam bisik pagi. Aku merajut rinduku pada tanah ini,Tempat darah dan doa, menjadi janji abadi.… Baca Selengkapnya: Pelukan Nusantara - Binarku
Oleh ALYA DZAKIYA AZ ZAHRA ⏱️ Sabtu, 07 Februari 2026 Semesta bilang, aku dicipta tuk berbinar.Berbinar bak candra di fase penuhnya.Ternyata semesta berkilah.Bahkan di malam sunyi ini, binarku terlalu redup.Aku bersembunyi di balik bayang.Membalut binarku dalam diam.Merenung seorang diri.Mencari arti terbentuknya aku.Aku terlalu takut.Takut tuk berbinar bak dahulu.Takut akan asa yang semu.Namun di kesunyian malam,… Baca Selengkapnya: Binarku - Simfoni Nusantara
Oleh PRADANA KHAIRUSSABRI ROCHMAN MUAZZAM ⏱️ Sabtu, 08 November 2025 Di pelupuk fajar, kulihat tari Saman menari angin,Bersama gamelan yang berdenting dari ujung Jawa.Tenun Toraja merajut kisah di benang-benang sakral,Ritual Bali bersajak di antara dupa dan mantra.Papua memahat makna lewat ukiran suku Asmat,Sunda melagukan tembang di sela gemercik bambu.Madura berseru lewat karapan yang membelah debu,Sumatera… Baca Selengkapnya: Simfoni Nusantara - Secuil Harapan di Ujung
Oleh KALILA SALSABILA ⏱️ Sabtu, 27 Desember 2025 Di ujung jalan yang panjangBanyak harapan masih bersinar terangWalaupun sulit diraihRintangan tak kan menghalangiLentera harapan bersinar menerangi kegelapanMimpi di depan, menjadi tujuan kitaAir mata menjadi saksiJatuh dan terbangun menjadi aksiLambaian tangan berusaha menggapaiKaki melangkah dengan beraniDi tengah kesulitan kita berjuangBerharap impian itu akan berhasil suatu hari nanti