Oleh VANIA LUNETA SAYEKTI ⏱️ Sabtu, 12 April 2026

Malam itu datang kembali, dingin, sepi, dan membisu.
Terdengar bisikan samar penghuni malam.
Kesunyian merayap dan membekukan waktu.
Aku menari, melambai bebas seperti angin,
Bersama kulit malam yang menyelimutiku.

Kusulingkan melodi syahdu, berayun di antara nada lagu yang membuat hatiku ragu.
Ragu melangkah, ragu mengangkat jemari.
Namun tubuhku terus berputar
Mengikuti irama yang berdenyut di hati.

Terperangkap dalam gema dunia.
Terkurung batas kemampuan manusia,
Aku hanyut dalam gelisah,
Terhujani ratusan luka pilihan.
Di ambang langit yang bergetar,
Aku dimangsa keresahan,
Ditikam keputusan,
Dilahap kekecewaan,
Dan ditelan penyesalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *