Oleh SYIFA RIHADATUL⏱️ Sabtu, 22 Maret 2026
Langkah-langkah kecil menapak aspal panas,
memikul beban yang jauh lebih berat dari tubuhnya.
Tangan mungil yang tak henti-hentinya menyapa,
menjajakan asa dalam wujud yang sederhana.
Tak ada keluh yang keluar dari bibirnya,
ataupun pekikan yang memekakkan telinga,
hanya langkah yang terus berjalan,
menyusuri hari dengan sabar yang dalam.
Di balik mata yang tak sempat bersinar,
terpancar gurat kelelahan dan harap yang terpendam,
melintasi keramaian yang tak pernah ramah,
dengan membawa harap yang tak sempat terucap.
Waktu pun tak memberinya jeda,
menggiringnya ke ruang dewasa tanpa kompromi,
menuntut keberanian yang belum ia miliki,
serta ketegaran yang belum tumbuh sempurna.
Dalam senyum yang jarang terpatri,
tersimpan luka yang enggan berteriak,
langkah kecil terus menapak sepi,
menggenggam harap dalam bisu yang pekat.