Oleh LAWRINSHA LUKMAN ARNEZ ⏱️ Jum’at, 16 Oktober 2026
Di hadapan langit-Mu yang tak bertepi,
aku berdiri membawa sebait tanya.
Mengapa jalan yang Kau bentang ini,
sering kali terasa terjal dan penuh rahasia?
Tuhan, mengapa harus ada air mata,
hanya untuk mengerti arti sebuah senyuman?Mengapa Kau selipkan luka di dada,
sebelum Kau ajarkan aku tentang ketabahan?
Aku sering tersesat di persimpangan waktu meraba takdir-Mu dalam remang malam.
Apakah sunyi ini adalah cara-Mu membimbingku,
atau ujian bagi hatiku yang rentan dan kelam?